Sabtu, 06 Juli 2013

POTRET JAKARTA | Jakarta 25-30 Tahun Kedepan




Nama saya Hafiz Maulana Agung Nugraha. Saya lahir di Jakarta, 9 April 1997. Sejak di kelas 1 SMK, saya memiliki sebuh obsesi menjadi seorang gubernur Provinsi DKI Jakarta. walaupun masih belum bisa mencalonkan dan masih cukup lama sampai tiba waktuna, namun saya telah memiliki pemikiran mengenai solusi permasalahan yang ada di Jakarta serta konsep Jakarta yang lebih tertata. Diantaranya:


  • Karakter Masyarakat
Pembentukan karakter merupakan dasar dari semua program yang ada di pemikiran saya. Karena menurut saya, jika sebuah kota sebesar Jakarta hanya pemerintah saja yang bekerja tanpa ada kerjasama dari masyarakat dalam menjaga dan hal lainnya, maka menurut saya sebanyak apapun dan sebaik apapun program kerjanya akan percuma dan tidak dapat membuahkan hasil yang baik. Cara untuk mengubah karakter masyarakat itu sendiri adalah dengan cara melakukan dioalog langsung agar dapat mengetahui secara langsung keluhan yang ada dimasyarakat. Selain itu juga bisa dilakukan dengan pelatihan dan penerapan hokum yang berlaku secara nyata tanpa adanya pandang bulu.

  • Kemacetan
Macet merupakan masalah yang sangat kompleks di kota megapolitan ini. Menurut saya solusinya adalah:

Perbaikan trotoar untuk para pejalan kaki.



Menurut saya jika trotoar dibangundengan kenyamanan yang diutamakan maka akan membuat ketertarikan masyarakat untuk menggunakan sarana public tersebut dan mulai membudidayakan berjalan kaki.
dan tidak lupa dibuat pula peraturan yang ketat agar tidak ada kendaraan yang melalui trotoar serta para pedagang yang berjualan di trotoar.



Perbaikan moda transportasi umum
Moda transportasi umum merupakan salah satu dasar untuk mengalihkan masyarakat menggunaan moda transportasi umum. Melakukan peremajaan kendaraan dengan memperbaharui moda angkutan tersebut dengan angkutan yang lebih besar muatannya, maka akan mengefisiensikan waktu untuk mengangkut jumlah penumpang yang lebih banyak.

Membangun halte
Halte dibangun untuk menata bagaimana masyarakat dapat naik dan turun tidak disembarang tempat. Menurut saya jarak setiap halte sekitar 200-350 meter dari halte satu ke halte yang lain dengan panjang setiap halte 20-50 meter. Dengan ditambah perluasan jalan di area halte tersebut sehingga tidak memakan badan jalan. Hal Ini akan menata masyarakat agar lebih tertib.


Membuat sensor
Sensor di setiap lampu merah dapat mendetiksi setiap pengendara yang telah melewati batas dari tempat pemberhentian di lampu merah. Jika telah dipasang sensor para petugas dapat mendata para pengendara tersebut dengan memberikan sanksi yang membuat efek jera dan tidak akan mengulangi hal tersebut lagi.

Membuat peraturan lalulintas
Peraturan yang dibuat harus bersifat secara nyata dimasyarakat serta aparaturnya harus diseleksi yang memiliki kecerdasan serta memiliki sifat jujur dan netral.jika peraturan dibuat dan bersifat nyata dengan sanksi yang membuat efek jera, maka saya yakin Jakarta dapat terkurangi penggunaan kendaraan bermotor dan beralih untuk berjalan kaki ataupun menggunakan moda transportasi umum.

  • Banjir

Banjir merupakan masalah yang rutin setiap tahunnya mengancam ibukota Negara ini. Hal ini saya berfikir bahwa banjir sebenarnya dapat diatasi dengan system yang baik pula serta ada dukungan dari masyarakat untuk mendukung program pemerintah. Menurut pemikiran saya banjir dapat terkurangi bahkan hilang dijakarta dengan cara:

Perbaikan saluran Air
Perbaikan saluran pembbuangan air dilakukan untuk memperbesar daya tamping air yang mengalir di Jakarta. menurut saya saluran air harus memiliki lebar minimum 1,5 meter dan kedalaman minimum 1,5 meter. Dengan begitu, maka daya tamping akan bertambah. Serta membuat saluran air dibawah permukaan tanah dengan ditambah lubang untuk negontrol dan lubang untuk lajur masuknya air. Sehingga kesan kumuh dan kotor dari selokan yang terbuka akan hilang dan Jakarta lebih tertata rapi.

Normalisasi Kali dan Sungai
Menurut saya, normalisasi sungai dan kali dijakarta jika dilakukan, maka daya tamping air yang mengalir di Jakarta akan bertambah karena Kali dan Sungai akan bekerja sebagaimana mestinya. Karena saat ini kondisi sungai dan kali dijakarta banyak yang mulai menyempit dan telah beralih fungsinya yaitu menjadi pemukiman semi permanen dan tempat sampah berjalan.

Membuat kanal kanal lain
pembuatan kanal di daerah di sekitar Jakarta yang terintegrasi satu dengan yang lain dapat mengurangi dampak terjadinya bencana tahunan yang dialami Jakarta. menurut saya jika kanal banyak dibangun dijakarta meskipun lebar dari setiap kanal tidak besar, namun dapat mengurangi bahkan menghilangkan bahaya bencana banjir.

Pengelolaan Air dengan Baik
Maksudnya adalah, pengelolaan air buangan dari masyarakat di kelola kembali agar tidak membuat perubahan lingkungan dan Jakarta tetap bersih dari limbah yang merusak lingkungan. Serta menyaring air buangan tersebut agar dapat terhindar dari sampah sampah.
Daerah resapan air
Daerah resapan jika diperluah maka daya tamping air yang diserap oleh tanah akan maksimal dan air tanah tidak akan berkurang dan tergantikan oleh air laut. Menurut saya jika hal ini dilakukan maka resiko untuk banjir akan semakin berkurang.


Serta, setiap poin 1,2,3 dan 4 harus ada saling keterkaitan agar saling melengkapi satu sama lain. Sehingga pengurangan bahkan system untuk menghilangkan banjir akan berjalan sedikit demi sedikit.


selanjutnya menyusul........